Rabu, 14 Mac 2012

Mengaku Laki-Laki

Bagi Kita Yang Mengaku Laki-Laki ...
ALLAH dan Rasul-Nya tidak pernah membenarkan lelaki yang shalat fardhu di rumahnya. Ini buktinya…

1. Rasul memerintahkan agar kita memenuhi panggilan adzan
“Jika engkau mendengar suara adzan, maka penuhilah panggilan Allah itu.” (HR Tirmidzi)

2. Penegasan bahwa shalat fardhu bukan di rumah, tapi di masjid
“Seutama-utama shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat fardhu (shalat wajib).” (HR Bukhari – Muslim)

3. Sekalipun dalam kondisi tidak aman, tetap harus ke masjid
Dari Umi Maktum, bahwasanya ia mengadu kepada Rasullah SAW, katanya: “Ya Rasul, bahwasanya kota Madinah ini banyak binatang buas lagi kejam, yang tentu aku sangat khawatir atas keselamatanku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Adakah kamu mendengar Hayya alash-sholah, hayya alal falah? Kalau mendengarnya, maka datanglah kemari memenuhinya” (HR Abu Daud).

4. Sekalipun orang buta, tidak diperbolehkan shalat di rumahnya
Seorang pria buta mengadu kepada Rasulullah SAW, katanya: “Ya Rasul, tiada seorang penuntun bagiku yang menolongku mengantar ke masjid, maka berilah keringanan untukku shalat di rumah. Kemudian, ia diberi keringanan oleh Rasul. Namun ketika ia tegak dan baru beberapa langkah pulang, Rasulullah SAW memanggilnya kembali, sabdanya: “Adakah kamu mendengar adzan shalat?”.Jawabnya: “Ya, aku mendengarnya”. Sabda Rasul : “Untuk itu, hendaklah engkau penuhi panggilan (adzan) itu.” (HR Muslim)

5. Tidak mampu shalat berjamaah di masjid, dianggap orang munafik
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid untuk shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

6. Rasulullah tidak ridho terhadap (lelaki) yang shalat di rumah. Sampai-sampai beliau bersumpah dengan ancaman yang amat keras
” Demi dzat yang diriku ditanganNya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh seorang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh pula imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah, kubakar mereka bersama rumah-rumahnya” (HR Bukhari-Muslim).

7. Puncaknya, Allah menegaskan bahwa yang ke masjid hanyalah orang-orang yang beriman
“Sesungguhnya yang meramaikan masjid-majid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS At Taubat:18)

0 ulasan:

Catat Ulasan