Selasa, 12 Februari 2019

Kehebatan Sabar dan Syukur

KEHIDUPAN orang beriman (mukmin/muslim) yang sungguh-sungguh dengan keimanannya akan senantiasa mengandung kebaikan. Susah dan senang sama-sama menjadi ladang amal kebaikannya.

Seorang muslim akan sabar dalam kesusahan (in trouble), dan kesabaran itulah yang menjadikan masalahnya sebagai sumber kebaikan. Saat bergembira, mendapatkan nikmah, juga menjadi ladang amal kebaikan dengan cara bersyukur. 

Maka, sabar dan syukur adalah sikap dasar kehidupan seorang muslim yang membuatnya selalu bahagia, ceria, dan optimistis!

Dari Suhaib r.a., Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim, Ahmad, ad-Darimi).

MAKNA SABAR

Sabar secara bahasa berarti "menahan" dan "mencegah".  Dalam Islam, sabar adalah menahan diri dari gundah-gilana dan emosi, menahan lisan dari keluh kesah, menahan anggota tubuh dari perbuatan buruk, serta bertahan dalam kondisi apa pun seraya berserah diri kepada Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).

"…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)

Istilah populer, "orang sabar disayang Tuhan", bersumber dari ayat: "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)

Sikap sabar merupakan sifat para nabi dan rasul. Sejarah Islam banyak menceritakan kesabaran luar biasa para nabi/rasul dalam dakwah Islam, menghadapi berbagai derita dan tantangan.

"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari).

MAKNA SYUKUR

Syukur adalah berterima kasih kepada Allah SWT dengan cara mempergunakan nikmat sebagaimana diperintahkan Allah SWT. Nikmat sehat untuk ibadah dan bekerja. Nikmat harta untuk nafkah dan zakat, infak, sedekah. Nikmat jabatan untuk membuka jalan kebaikan bagi Islam dan kaum Muslim.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia syukur diartikan sebagai: (1) rasa terima kasih kepada Allah, dan (2) untunglah (menyatakan lega, senang, dan sebagainya).

Kata syukur berasal dari "syakara" yang artinya "membuka", yakni membuka jalan bagi datangnya nikmat yang lebih besar, sebagaimana firman Allah SWT.

"Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih" (QS lbrahim (14): 7)

Rasa syukur seorang muslim dilakukan dengan hati: menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah SWT. Ekspresnya a.l. dengan sujud syukur.

Syukur dengan lisan berupa ucapan hamdalah --Alhamdulillahi robbil 'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam. 

Syukur dengan anggota badan dilakukan dengan mempergunakan segala nikmat hanya untuk kebaikan. Wallahu a'lam bish-shawabi.


0 ulasan:

Catat Ulasan